Critical Review Jurnal Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kreativitas Akuntan (Kelompok 12)
CRITICAL REVIEW
JURNAL AKUNTANSI
Judul Jurnal : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kreativitas Akuntan
Penulis : Rachman Aviv dan Abdul Muid (Universitas Diponegoro)
Publikasi : ejournal3.undip.ac.id
Tanggal Publikasi : Februari 2014
Pereview : Feni Putri Alifa (171011201968) dan Wahyu Istiqomah (171011200098)
Almamater : Universitas Pamulang (Akuntansi S1)
Ringkasan Critical Review :
Penelitian ini membuktikan bahwa ada beberapa faktor-faktor yang berpengaruh maupun tidak berpengaruh terhadap kreativitas seorang akuntan. Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang menggunakan sampel dari para auditor yang bekerja di KAP di kota Semarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa masa kerja dan jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap kreativitas seorang akuntan, kemudian kecerdasan intelektual dan relativisme berpengaruh positif terhadap kreativitas akuntan, sedangkan idealisme berpengaruh negatif terhadap kreativitas akuntan.
Kesimpulan lainnya adalah bahwasannya kreativitas bisa diciptakan. Seseorang yang memiliki kreatvitas yang tinggi akan memiliki pengaruh positif terhadap hasil pekerjaannya yang dibuat. Terlebih seorang akuntan yang meskipun pekerjaanya terikat dengan peraturan, namun dengan kreativitas, seorang akuntan juga dapat lebih berkembang dan mendapatkan nilai positif terhadap kinerja yang telah dikerjakan. Sehingga menjadikan kinerja perusahaan dapat tumbuh lebih berkembang dan memiliki manajemen kelola yang baik.
Secara keseluruhan penelitian ini cukup lengkap dan memenuhi standar penulisan, menjelaskan secara detail pada beberapa bagian. Kekurangan dari penelitian ini adalah variabel yang digunakan sebagai fakor pengukur kreativitas adalah faktor dalam diri individu (internal) auditor yaitu masa kerja, jenis kelamin, kecerdasan intelektual, dan etika. Sedangkan dalam penelitian ini tidak meneliti faktor-faktor luar (eksternal) yang mempengaruhi kreativitas auditor, pengendalian terhadap responden masih lemah untuk memastikan bahwa kuesioner benar-benar diisi oleh auditor, kuesioner yang digunakan belum mengunakan variasi pernyataan pembalik untuk memastikan bahwa responden konsisten dengan jawaban yang diberikan dan pengukuran indikator dalam kuesioner terkait self interest responden masih lemah.
Komentar
Posting Komentar